Hello, 25!

22 Maret 1992, 25 tahun yang lalu saya ditakdirkan lahir lewat rahim seorang Mamak yang luar biasa.

Kini sudah seperempat abad saya menjalani hidup dan kehidupan. Bersyukur masih diberi umur panjang dengan segala berkah yang ada. Tulisan ini harusnya menjadi tulisan yang reflektif, tentang apa saja yang sudah saya lalui selama 24 tahun hidup atau setidaknya beberapa tahun belakangan ini dan rencana-rencana ke depan.

Tapi postingan ini tidak akan saya buat terlalu panjang, karena saya punya banyak tugas yang kejar tayang dan juga anak yang baru lahir dan butuh perhatian banyak. Yap, saya baru melahirkan anak, namanya Tenoon. Sudah dibuat sejak akhir tahun 2016 dan resmi dilahirkan tepat sehari setelah saya berusia 25 tahun.

Di postingan ini saya hanya mau berbagi sedikit tentang apa yang sedang dan akan saya lakukan per usia 25 ini. Jelas, saya sedang dikejar disertasi yang harus dikumpulkan pertengahan Agustus nanti. Alhamdulillah, supervisor saya sangat baik dan membantu, termasuk untuk konsultasi tentang Tenoon, yang juga saya jadikan sebagai topik disertasi. Saat ini saya sudah memasuki bulan ke-7 tinggal di negeri Ratu Elizabeth ini. Ada banyak cerita yang sudah terjadi selama 7 bulan lebih. Sisa satu module lagi di akhir April dan setelah itu akan fokus ke disertasi.

Di tengah-tengah kesibukan kuliah dan mengurus Tenoon, saya juga ikut membantu di PPI UK sebagai Kepala Departemen Kewirausahaan. Alasannya sederhana, karena saya mau melakukan apa yang dulu tak saya lakukan ketika S1. Meski memang cukup menantang sebab waktu yang sangat terbatas, apalagi untuk ukuran anak kuliah magister di UK yang hanya satu tahun dan berorganisasi pula. Belum lagi, di sela-sela itu semua saya masih melakukan usaha kecil-kecilan, mulai dari jualan makanan sampai jualan apa aja yang halal, lol. Bukan karena uang beasiswa saya tidak cukup, tapi karena saya memang suka aja bisa menghasilkan uang dalam kondisi apapun.

Orang bilang usia 25 itu masa-masa yang cukup kritis, makanya sampai muncul istilah quarter life crisis. Sebenarnya sih kalau mau jujur hidup saya sudah krisis sejak lama, sejak SMA mungkin atau awal kuliah, hahaha.

Okay, mari mencoba membuat daftar tentang hal-hal yang menurut saya cukup berubah pada diri saya;

  • Saya menjadi lebih reflektif, jelas, semua berkat perjalanan-perjalanan yang saya pilih untuk saya tempuh, termasuk setahun hidup di Australia dan di Papua Barat.
  • Saya tak lagi segampang dulu memberikan penilaian atas tindakan seseorang. Saya mencoba memandang dari sudut pandang yang berbeda sebelum menilai, meskipun kadangkala ada satu atau dua orang yang emang udah buntu untuk dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
  • Saya tak seberani dulu atau mungkin kata lainnya saya lebih berhati-hati sekarang ini. Jika dulu ketika merintis usaha buku tahunan saya tidak takut akan segala resiko, bahkan pernah rugi hingga puluhan juta dan baik-baik aja. Tapi, sekarang? Entahlah, sepertinya benar kata orang makin bertambah usia maka kita cenderung lebih berhati-hati melangkah, sebab pengalaman sudah mengajarkan kita di masa lampau. Hal ini sebenarnya baik, tapi kadangkala ketika ketakutan itu justru porsinya lebih besar dan menggerogoti kan sebel juga ya.
  • Tapi, satu hal yang pasti untuk urusan perasaan saya lebih jujur dibandingkan sebelumnya. Saya memang berani untuk confess ke sosok yang saya yakini memang saya tertarik padanya, yang mana hanya saya lakukan sebanyak dua kali selama hidup. Namun sekarang, saya lebih terbuka tentang perasaan saya sendiri. Jika saya tertarik ke seseorang (dalam skala apapun) saya akan bilang, termasuk nge-confront seorang teman yang saya curigai tertarik pada saya (entah ini memang berani atau tingkat percaya diri yang berada di level yang salah, lol). But hey, you won’t know unless you give it a try. Oh, dan yang paling saya banggakan dari diri saya saat ini, saya bisa membicarakan topik sesensitif perasaan dan masa lalu dengan sangat kasual dengan “mantan” crush yang dulu saya confess kepadanya *proud*
  • Saya sudah mulai mencoba belajar tidak seadiktif dulu dengan internet dan sosial media. Awalnya saya berencana untuk memutuskan semua channel sosial media saya tepat di hari ulangtahun saya kemarin. Tapi, setelah mempertimbangkan beberapa hal, saya putuskan untuk menunda, but I’ll do it soon or later. Kenapa? karena saya sedih dan miris melihat diri saya menjadi bagian dari mereka yang berkomunikasi lewat layar hp.
  • Saya mulai mengubah pola hidup ke arah yang lebih sehat dan mulai berolahraga lagi (meski sejak pulang dari Iceland minggu lalu masih belum ngelakuin sama sekali). Bukan karena perkara ingin menjadi kurus, tapi saya mau menjadi lebih sehat meski usia bertambah di masa depan.
  • Hmm.. apalagi ya? Entahlah, mungkin ada minor changes tapi untuk saat itu itu saja yang saya rasa sangat berbeda dengan diri saya dulu (2-3 tahun yang lalu)

 

Rencana ke depan?

Selain mengembangan Tenoon, selepas wisuda inshaaAllah Januari 2018 nanti, saya akan pulang ke Indonesia dan mungkin menetap beberapa bulan di Makassar sebelum memilih tempat lain untuk menjadi perantauan selanjutnya.

Bagaimana dengan menikah? Hahaha, jangan ditanya pasti sebagian besar perempuan seusia menjadikan menikah sebagai salah satu rencana hidup. Saya pun mau, bukan karena tekanan masyarakat atau orang tua. Bersyukur saya memiliki orangtua yang sangat demokratis dan tak pernah menanyakan ini itu atau menyuruh buru-buru menikah. Tapi, untuk urusan ini biarlah Tangan Tuhan yang bekerja. Saat ini hal paling baik yang bisa saya lakukan adalah membenahi diri, menjadi lebih baik dibandingkan saya yang dulu, dalam urusan duniawi maupun akhirat.

 

Saya masih memiliki malam-malam di mana saya sulit tidur karena insecuritas saya sendiri, dihantui kekhawatiran-kekhawatiran tak berujung, dan membandingkan diri saya dengan orang-orang lain. Tapi, saya juga sudah mulai belajar untuk lebih santai dalam hidup, lebih banyak bersyukur dan belajar untuk mengapresiasi diri sendiri.

 

Semoga di usia ke-25 ini semakin banyak hal baik dan berkah yang mengisi hidup ini, amin.

2 Comment

  1. Dori Gusman says: Reply

    As always, selalu memberikan reaksi “Woww” setiap habis baca semua tulisanmu. sehat selalu ya, sebab nikmat sehat modal utamamu untuk melangkah lebih jauh.:)

    1. makasih, dori sayang :*

Leave a Reply