21 Jam di Belfast

Bukan, bukan, ini bukan postingan tentang apa yang bisa kamu lakukan di Belfast jika hanya punya waktu kurang dari 24 jam. Ini tepatnya apa yang saya lakukan di Belfast hanya untuk 21 jam. Perjalanan dari rumah ke Gatwick airport saja sudah memakan waktu beberapa jam, belum lagi nginap di airport, begitupun perjalanan pulang nantinya. Oh iya, saat ini saya sedang di Belfast International Airport menunggu penerbangan pulang ke London Gatwick lanjut bus ke Victoria Station lanjut couch ke Coventry. Membayangkannya saja saya lelah, tapi ini trip bukan sembarang trip, hahaha, ini trip untuk mewujudkan salah satu mimpi besar saya.

Jadi, ngapain aja di Belfast selama 21 jam? Karena hanya membawa 1 backpack dan 1 satchel bag, proses di airport jadi lebih cepat, saya sudah tiba di kota Belfastnya sebelum jam 12, sayangnya belum boleh check-in di hostel sampai jam 3 sore. Jadilah, saya nongkrong di cafe dekat hostel hingga jam 3.30 sore, rencananya mau sekalian interview narasumber untuk kebutuhan disertasi sayangnya cafe-nya berisik jadi tidak kondusif. Maka ditundalah interviewnya dan tinggalah saya duduk sambil makan chicken wrap dan mengurus beberapa kerjaan. Setelah sudah boleh check-in, yang untungnya dikasih dorm khusus perempuan, padahal saya bookingnya mix dorm, hufh kecewa deh, Saya pun lantas langsung bongkar-bongkar barang, buka jilbab dan tidur, yap TIDUR! Jauh-jauh ke Irlandia Utara, kerjaan saya cuman tidur di kamar dormitory hostel, hahaha. Tidurnya ga tanggung-tanggung lagi, dari jam 3an sore sampe jam 9 malam. Seandainya karena belum bayar kamar hostel, soalnya mereka ga mau nerima pembayaran kartu, saya akan tetap lanjut tidur sampai besok pagi kali. Saya pun keluar hostel hanya dengan sandal swallow kesayangan, mencari ATM terdekat, narik duit 20 quid, beli vanilla latter Starbucks dan kembali ke hostel.

Karena sudah terlanjur melek, akhirnya saya putuskan untuk mengerjakan disertasi, sayangnya setelah beberapa jam berkutat, yang jadi malah lamaran kerja part-time, urusan Tenoon, dan urusan Padoepa. Weits, apa lagi tuh Padoepa? Singkat aja, Padoepa itu proyek kecil-kecilan yang semoga jadi besar di waktu yang tepat, yang saya buat dengan seorang teman. Difollow aja makanya IGnya, sis bro, hehee.

Lewat tengah malam, saya putuskan kembali ke kamar, setelah sebelumnya ngobrol dengan seorang tamu hostel yang sudah tinggal di US selama 10 tahun lebih dan memutuskan untuk pindah dan menetap di Belfast. Saya percaya dengan pertanda, dan berbicara soal US dengan orang yang sampai saat terakhir ketemu di hostel tadi sore lupa tidak saya tanyakan namanya, merupakan pertanda bagi saya. Ini bukan pertanda yang pertama. Yang pertama adalah ketika saya ke Edinburgh untuk kedua kalinya dan ngobrol dengan seorang teman yang kemudian membuat saya impulsif ke Belfast meski hanya 1 malam untuk mengurus sesuatu yang semoga menjadi jalan untuk mewujudkan mimpi besar lainnya. Pertanda lainnya, saat saya menuju boarding gate di Gatwick untuk naik ke pesawat kemarin, ada majalah yang free dan khusus membahas apa yang sudah saya impikan sejak dulu. Pertanda lainnya salah satu room-mate di hostel ketika saya masuk kamar tengah menelpon temannya dan membahas sesuatu yang terkait dengan mimpi saya juga.

Tadi pagi puncaknya, saya harusnya memiliki janji jam 8.45 untuk mengurus mimpi ini, sayangnya saya terlambat karena kesasar, damn you Google map, untung orang-orang Belfast baik hati. Singkat cerita saya telat tapi tetap dibolehkan masuk dan diproses. Sayangnya ternyata tidak mudah pula, ada erro dalam system dan saya harus menunggu selama 3 jam lebih. Kesabaran saya diuji, saya sudah mulai hopeless namun tetap mencoba positif dan optimis, segala surah saya baca hahaha *serius loh, dari Al-Ikhlas sampai Al-Fatihah*, dan akhirnya saya pun dipanggil, karena masalah teknis sudah teratasi. Ditanya-tanya beberapa pertanyaan, dan diakhir dengan sebuah kalimat dari yang menginterview saya, sebuah kalimat yang bikin hati senang, huwaaa.

Saya pun keluar dari gedung yang tersembunyi itu, jalan-jalan sebentar di city center, makan siang lalu kembali ke hostel untuk ambil titipan tas. Sempat tidur di hostel, hahaha, anaknya hobi banget tidur, sembari menunggu waktu yang pas untuk masak mie goreng sebagai bekal karena mesti menginap di bandara lagi soalnya bus paling cepat pulang ke Coventry baru ada jam 3 pagi. Setelah menyiapkan bekal, saya pun menuju bus stop untuk ke stasiun bus mengejar bus yang menuju ke airport.

Dan tadaa.. di sinilah saya sekarang, menunggu informasi nomor gate untuk bersiap boarding dan pulang ke England.

Meski tidak fully jalan-jalan di Belfast, rasanya sedikit senang dan menyegarkan bisa keluar dari Coventry, dari England, dari rutinitas (padahal mah sama aja, tidur makan ga jelas, lol).

Jadi, ada yang bisa menebak, saya ngapain sebenarnya di Belfast?

 

 

 

 

Leave a Reply