3 Minggu Tanpa Sosial Media (Dan Masih Berlanjut)

 

Taking-a-hiatus-from-practicing-law

 

Hari ini tepat minggu ke-3 saya tidak bersosial media. Target awalnya hanya 1 minggu, namun rupa-rupanya seminggu berlalu dan tidak ada hal yang berarti, lanjut ke minggu ke-2 dan kini tepat 3 minggu.

Sebagai pengguna sosial media aktif, awalnya cukup menantang, tapi hanya beberapa hari saja, mungkin saya juga di titik yang sedang “muak” dengan sosial media, jadi tidak terlalu mencari, meski memang ada kebiasaan-kebiasaan di awal yang masih kebawa-bawa seperti saat menggunakan sosial media. Oh iya, saya hanya menghapus semua aplikasi sosial media, bukan menghapus akun. Jadi tidak ada lagi Facebook, Path, Instagram, Twitter, dll. Kenapa? Bisa baca di sini alasannya.

Sebagai orang yang bangun tidurnya dimulai dengan mengecek Instagram (setelah mematikan alarm) dan (lagi-lagi) mengecek Instagram atau sesekali Twitter sebelum tidur, saya sempat kebingungan mau melakukan apa sebelum tidur, walaupun biasanya nonton drama korea, tapi tidak sesering dulu. Saya pun bukan penikmat Youtube, jadi tidak ada pilihan lain selain membaca buku atau betul-betul langsung tidur. Bangun tidur pun tak jauh beda, ketimbang mengecek sosial media (yang aplikasinya tidak ada lagi), saya biasanya mengecek Whatsapp atau langsung membersihkan tempat tidurku menuju kamar mandi.

Sempat pula tergoda untuk menginstal lalu mengecek dan meng-uninstal lagi, untungnya belum kejadian. Meski sesekali saya membuka Instagram lewat browser untuk mengecek Instagram Tenoon, tapi tidak pernah mencoba untuk Log-in, hanya ingin mengecek postingan yang diposting oleh tim saya.

Sampai sekarang belum muncul keinginan yang sangat besar untuk kembali bersosial media, dan tidak juga merasa ketinggalan yang sangat besar (FOMO – Fear of Missing Out), tapi ada hal-hal yang menurutku cukup positif terjadi selama saya tidak bersosial media, di antaranya:

  • Saya akhirnya bisa tidur sebelum jam 2 dini hari (biasanya saya baru tidur jam 2-4 dini hari), bahkan 1-2 minggu terakhir saya sudah tidur di jam 11-12, karena memang tidak ada hal yang membuat terjaga (baca: sosial media). Sebelumnya saya bisa menghabiskan waktu 1-2 jam hanya memandangi layar handphone dan hidup orang lain di sosial media
  • Entah kenapa saya merasa akhirnya saya punya kendali penuh atas hidup saya. Saya menyadari ini ketika sedang ada di atas gojek menuju lokasi meeting. Saya sadar tak ada orang yang tahu saya sedang di mana atau mau melakukan apa, kecuali beberapa kolega yang tahu saya sedang on the way ke lokasi meeting. Saya tak perlu memberikan impresi kepada orang lain melalui foto ataupun caption postingan sosial media saya (meski selama ini saya memang posting apa saja sesuka hati, namun tetap tidak bisa dipungkiri ada rasa senang ketika ada yang menyukai atau mengomentari atau engage dengan postingan saya), tapi sekarang? Entah kenapa saya merasa lebih ringan bahkan seringkali merasa bangga, sebab orang tidak ada lagi yang tahu saya sedang mengalami apa dalam hidup, saya makan apa, lagi nonton apa, atau bahkan mendapat rejeki/musibah apa.
  • Saya lebih menikmati semua hal yang terjadi di masa sekarang, tanpa sibuk mengambil foto/video untuk keperluan konten.
  • No more keeping up with the joneses because there are no joneses. Anxiety saya berkurang karena tak lagi sibuk membandingkan hidup dengan orang lain, karena “orang lain” itu tidak lagi kasat mata tanpa adanya sosial media. Hal ini membuat saya semakin banyak bersyukur, karena lebih banyak “melihat” kehidupan di dunia nyata.

Lalu, sampai kapan saya akan hiatus dari sosial media? Kemarin sempat berpikir 1 bulan saja, tapi rasanya akan lebih dari 1 bulan hmmm… Yang jelas saya belum siap untuk menghapus akun-akun juga dan masiih akan menggunakan sosial media, sebab saya masih membutuhkan sosial media untuk berjualan, hehehe. Coba tolong difollow dulu jualan-jualan saya: Tenoon, Padoepa, dan Woywoy Paradise.

Oh dan selama masa hiatus ini berlangsung, saya mencoba untuk lebih banyak bercerita di sini, di blog ini, semoga ada yang baca ya, hahaha

Leave a Reply