Kaleidoskop 2018: Tahun Dengan Banyak Hal-Hal Baru

IMG_2691 Empat hari menuju 2019, mari menengok kembali apa saja yang terjadi dalam hidup (saya) di 2018.

Januari:

Mungkin adalah salah satu momen paling bersejarah dalam hidup saya, menjalani wisuda sebagai Master of Science (M.Sc.) di salah satu universitas di negeri Ratu Elizabet, University of Warwick. Tapi bukan itu momen paling membanggakannya, melainkan berhasil membawa kedua orangtua saya, Bapak dan Mamak, ke Inggris, menghadiri wisuda dan juga jalan-jalan ke beberapa kota. Meski sebelumnya keluarga kami sempat tertimpa musibah, tapi Tuhan memang Maha Baik. Ia sudah mengatur segalanya, dari mulai kesempatan kerja jadi tour guide, jualan makanan, hingga kerja di restauran sushi sembari menunggu wisuda, alhamdulillah rejekinya dicukupkan untuk membawa Bapak Mamak dari Makassar ke Inggris.

IMG_6392
Still my biggest achievement this year, brought them all the way from Makassar to the UK.

Februari:

Kata Arai, “bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Sebagai anak yang lahir dan tumbuh besar di lingkungan pasar, mimpi menginjakkan kaki di kota yang tak pernah tidur, di negeri adidaya yang terkenal dengan “The American Dreams”-nya, Tuhan dan semesta memeluk mimpi itu.

IMG_1531

Untuk pertama kalinya, kaki ini akhirnya menyentuh tanah Amerika, negeri Paman Sam. Seminggu lamanya saya habiskan di New York City, menumpang hidup di apartemen temannya teman yang akhirnya menjadi kenalan baru, berjalan-jalan di Central Park, melihat matahari terbenam di The Rock – Rockefeller Center, dan tentu saja menonton pertunjukan broadway dan bertemu dengan idola sedari remaja, Jason Mraz, yang tanpa sepengetahuan saya masih memainkan role-nya di Waitress.

IMG_1398
With Jason Mraz

Maret:

Bekerja di Bukalapak, sebuah rencana yang tidak pernah benar-benar ada di “Daftar Rencana 2018 Tiwi”. Lalu sembilan bulan kemudian, di sini lah saya, sedang berproses dan belajar di Community Management Bukalapak. Dan tentu saja, menjadi lebih tua setahun. Memasuki usia 26 dengan begitu banyak hal yang bisa dan akan dipelajari.

IMG_4173
Hello, 26!

April:

Selain pulang ke Makassar untuk menghadiri pernikahan sahabat, bulan ini juga Tenoon mengadakan workshop inklusif pertamanya, sebuah workshop foto produk dengan mayoritas peserta adalah teman-teman difabel. Dan sebelum balik ke Jakarta, akhirnya mengunjungi Woywoy Paradise untuk pertama kalinya, meski masih dalam tahap pembangunan.

IMG_5589
Tenoon’s 1st Inclusive Workshop

Mei:

Meski tak bisa hadir langsung, namun kali ini Tenoon kembali menjadi partner MIWF, dan juga Padoepa, yeaay. Momen penting lainnya di bulan ini yaitu pemasangan behel, akhirnya, hahaha, meski kurang dari 2 minggu sudah copot beberapa karena bandel makan rendang, dkk. Oh ya, dan bulan ini juga pertama kalinya akhirnya menginjakkan kaki ke Sumatera, tepatnya di Bukittinggi. Selain Sumatera, di bulan ini juga untuk pertama kalinya menginjakkan kaki ke Myanmar (setelah 2x gagal meski sudah punya tiket), dan syukurnya lagi dibayarin, alhamdulillah. Ke Myanmar ini dalam rangka mengikuti Regional Workshop YSEALI dan ketemu banyak teman-teman baru dengan visi misi yang sama. Oh iya, bulan ini juga pernikahan Prince Harry dan Meghan Markle (fyi aja sih). Ah satu lagi, bulan ini juga reuni ama teman-teman Pengajar Muda X di acara penyambutan kepulangan pengajar muda (lupa angkatan berapa, maap). Eh terakhir (duh banyak ya kejadian di Mei), di akhir bulan ini juga bisa berbagi soal Quora di acara rilis resmi Quora Indonesia.
IMG_8322

Juni: 

Woywoy Paradise resmi dibuka di bulan Juni dan di bulan ini juga untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun bisa merayakan Idul Fitri bareng keluarga dan main ke Woywoy lagi yang udah beroperasi. Di Juni juga ada dua kejadian penting untuk orang terdekat, tunangan sahabat dan salah satu tim inti Tenoon, Fauzan, akan berangkat ke New Zealand mewakili Tenoon untuk mengikuti kuliah singkat selama enam bulan, yeaaay. Di bulan ini juga akhirnya ngerasain gimana rasanya hampir pingsan, hahaha, gegara disengat-sengat listrik sambil olahraga. Hal lain yang akhirnya dilakukan pertama kalinya di bulan ini: ikutan tur jalan kaki di Kota Tua Jakarta (karena tiba-tiba kebosanan melanda). Dan di Juni ini juga akhirnya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kalimantan, alhamdulillah. Oh iya, di penghujung Juni dapat email bahagia dari YSEALI tentang terpilih menjadi finalis untuk program YSEALI PFP.

IMG_9118
Shalat Eid First, Cinema Next

Juli:

Bulan ini ke Palu dan ke Makassar lagi untuk urusan kerjaan, happy, dan menutup bulan Juli dengan ikutan outing ke Lombok.

Agustus:

Ikutan TBN (Transformational Business Network) Conference dan Tenoon juga dapat kesempatan ikutan pameran, yeaay. Bulan ini juga ke Bekasi, Bandung, Balikpapan, dan Manado (untuk urusan kerjaan tapi ga papa, hehehe).

September:

Ikutan TEDxJakarta setelah terakhir ikutan bertahun-tahun lalu, ketemu untuk pertama kalinya dengan fellows lainnya untuk bareng-bareng ngurus visa ke US. Berangkat ke Tasik dan Deli Serdang (lagi-lagi untuk kerjaan, tapi hepi, hahaha). Dan akhirnya setelah bertahun-tahun ga makan durian, akhirnya kesampean makan durian Medan di Medan. Akhir bulan September ditutup dengan Tenoon di The Local Market.

Oktober:

Balik ke Makassar, bawa keluarga ke Woywoy Paradise, sebelum akhirnya pamit untuk ke AMERIKA, huwaaa…. kadang masih sulit dipercaya kalau di 2018 ini udah 2x ke Amerika, dan 2-2nya dibayarin, alhamdulillah.

 

IMG_5584
Attending Lecture by Prof Sam Potolicchio at Georgetown University

Selama di US, tinggal di Arlington, bersama host family dan ajaibnya lagi dikasih kesempatan “kerja” di Deloitte, sebuah perusahaan yang baru saya tahu keberadaannya di 2017, hahaha. Bahkan waktu itu sempat mengira Deloitte ini supermarket, hahaha. Oh dan juga di Oktober ini kembali ke New York City, huwaaaa.

IMG_7141
First Pitching at Deloitte, Arlington – Virginia

November:

IMG_0200
After Final Pitching and Last Day at Deloitte

Banyak hal menyenangkan terjadi di bulan November, mulai dari menonton NBA untuk pertama kalinya (dibayarin), ke West Virginia dengan host family, makan waffle dan ayam goreng (dulu selalu menganggap ini aneh, tapi ternyata enak banget, hahaha), congress bersama 300an fellows, dan hari terakhir di US ditutup dengan melihat matahari terbit di Lincol Memorial (tempat ter-favorit di DC, ke sini bahkan sampai 4 atau 5 kali). Pulang ke Jakarta, langsung ngebantuin Kopdar Akbar Bukalapak (tulisannya bisa dibaca di sini).

IMG_0277
My Host Mom, Deggie, Me, and Ruzana (Another Fellow from Armenia)

Desember:

Dibuka dengan mengunjungi Bandung, pitching tentang Tenoon ke salah satu invesment network, membantu teman-teman relawan di Hari Refleksi RUBI (Ruang Berbagi Ilmu), lalu Tenoon ikut Makerfest, dan disela-sela itu semua sebuah keputusan besar akhirnya diambil (will tell about it later.

a885d509-905f-4d2c-97d8-801c9385dcab
Bersama Jenius dan Pemenang #Jalan2Jenius Lainnya 

Desember, meski belum selesai, akhirnya ditutup dengan baik di Labuan Bajo bersama Jenius, terima kasih #jalan2jenius. Ah, dan menghabiskan 3 hari 2 malam bersama saudari-saudari kesayangan.

IMG_1194
Tidur – Makan – Berenang/Snorkeling – Cerita, Kegiatan Selama 4 Hari di Labuan Bajo
IMG_2628
Love Them So Much, Housemates Turned Into Sisters For Life.

Setelah menulis semua hal di atas, saya kembali dibuat tertegun tentang begitu banyak hal bisa terjadi di 2018, sangat banyak. Terlepas dari semua tekanan dan drama, I can’t thank God enough. Terima kasih semuanya, terima kasih 2018, terima kasih semesta. Untuk 2019, mari kita jalani 365 hari bersama-sama dengan kuat. Tahun 2019 akan menjadi tahun yang penuh tantangan, tapi kan katanya Smooth seas do not make skillful sailors”.

IMG_1185
Bring It On, 2019!

Bismillah.

2 Comment

  1. Tiwi, akhirnya lu nulis juga nih diblog, sempat penasaran setahun ini kamu ngapain aja di luara sana, Gue Salut pernah kenalan sama kamu hehe

    1. lah, kan udah nulis dari dulu2, hahaha, banyak kok postingan 2018, dicek lagi deh 😉

Leave a Reply to pratiwihamdhana Cancel reply