Kisah #1 : Ketika Saya Menemukan Cinta

wall of love in paris, pic taken by me

Kamu pernah jatuh cinta? Saya hingga saat ini belum tau persis apa dan bagaiamana jatuh cinta itu. Tapi saya pernah menyukai beberapa orang pada waktu yang berbeda, merasa bahagia hanya dengan membayangkan sosoknya, salah tingkah jika berada di dekatnya, bahkan menjadi uring-uringan karena memikirkannya. Itukah namanya jatuh cinta? Entahlah… buat saya yang percaya pada konsep hidup sekali, mati sekali, maka jatuh cinta dan menikah pun seharusnya hanya sekali, jatuh cinta menjadi sesuatu yang sakral untuk saya putuskan sendiri.

Saya pernah menyukai satu sosok, menyukainya terlampau lama, hingga lupa kalau dia telah menjadi bayang-bayang dan pergi menjauh. Tujuh tahun cukup untuk membuat saya menyadari, kalau yang saya sukai adalah perasaan suka itu sendiri. Tapi tak apa, karena sosok itulah yang kemudian membawa saya pada sebuah cinta baru, cinta yang membuat saya berdebar ketika melakukannya, membuat saya excited ketika membayangkannya, cinta itu bukan pada sesosok manusia, tapi pada sebuah hal yang orang-orang namai dengan”traveling”.

Terima kasih terdalam saya sampaikan pada dia lewat tulisan ini, pada dia yang sosoknya hanya berani saya kagumi dari jauh, pada dia yang hingga saat ini hanya 2x telah saya temui dan berbicara langsung, pada dia yang karenanya saya mengambil sebuah tindakan besar dalam hidup, sebuah tindakan yang saat itu saya namakan “mengejar cinta”. Dia yang telah berpindah ke negara lain, negara tetangga, demi melanjutkan studinya, dan saya yang rela melakukan perjalanan lintas negara untuk sekedar melihatnya, ya hanya melihatnya untuk memastikan apa perasaan di tahun 2003 itu masih sama dengan perasaan di tahun 2009?.
Saya berhasil melakukan perjalanan ke luar negeri pertama saya, sebab semesta rupanya mendukung niat saya lewat pertemuan sebuah komunitas backpacker di kota ini yang lantas kami pun bersama-sama melakukan trip ke 3 negara, Malaysia-Singapore-Thailand. Tak ada yang benar-benar tau niat terselubung saya saat itu. Ya, saat itu saya hanya niat bertemu dengannya, berharap semesta membantu dengan adegan pertemuan tak disengaja yang terlampau didramatisir, tapi sayangnya tidak. Saya tak pernah bertemu dengannya bahkan hingga perjalanan kedua saya ke negara tempatnya berdiam hingga saat ini. Bahkan hingga kabar bahagia tentang pernikahannya sampai di telinga saya, saya tak pernah benar-benar bertemu dengannya. But, I’m happy for him, and his new life.
Lantas, apa kabar dengan saya? Saya bahagia, saya menemukan cinta baru dalam wujud traveling. Saya menjadi candu, saya menjadi obsesif, bahkan saya rela mengorbankan banyak hal demi cinta baru ini. Saya jatuh cinta pada perasaan berdebar tiap kali merencanakannya, saya jatuh cinta pada tempat-tempat baru di mana saya berkunjung, saya jatuh cinta pada sosok-sosok asing yang saya temui di jalan, saya bahkan jatuh cinta, menangis, dan tertawa bahkan di saat saya tertimpa kemalangan selama bertraveling. Saya jatuh cinta pada setiap detail perjalanan yang saya lakukan.
Ajaibnya lagi, saya yang mudah bosan ini, tak pernah sekalipun bosan melakukannya, belum habis perjalanan yang satu, kembali merencanakan perjalanan yang lain, saya benar-benar candu, dan saya menyukainya.
Dunia ini terlalu luas untuk saya habiskan di satu tempat saja, terlalu banyak hal-hal indah di luar sana yang menanti untuk saya cintai. Maka sejak saat itulah, saya memutuskan untuk terus melangkah, menemukan cinta-cinta baru di sudut jalan, di ruang tunggu bandara, bahkan di penginapan-penginapan sederhana.
Semesta telah membawa saya menemukan cinta baru, cinta yang saya tahu saya tak akan bosan akan dirinya. Biarkan saya kembali mengatakannya, saya jatuh cinta, dan akan terus jatuh cinta pada setiap perjalanan yang telah, akan dan sedang saya lakukan.

me and my travel’s companion

Mungkin dengan satu sosok lagi maka lengkaplah kehidupan cinta saya, satu sosok yang kelak akan saling berbagi kisah perjalanan, satu sosok yang kelak akan berada di setiap tempat duduk di samping saya, di bus dan di pesawat, satu sosok yang akan menjadi teman, sahabat, dan pendamping dalam menjelajah setiap sudut dunia yang indah ini. Kelak, semesta akan mempertemukan kita, di sebuah persimpangan jalan, semoga.
Itulah kisah saya, kisah awal dari bagaimana saya menemukan cinta baru. Bagaimana dengan kisahmu? Sudahkah kamu jatuh cinta? Sudahkah kamu menemukan cintamu?

9 Comment

  1. Tulisannya jujur, enak dibaca, mengalir, dan kelihatannya Tiwi sdh mulai dewasa ya melihat cinta dari yg hanya semu atau adore/ mengidolakan seseorang, ke cinta org dewasa yg benar2 ke kebutuhan rasa utk mencintai dan dicintai. Ah maafkan saya yg dulu meremovemu di twitter, krn waktu itu sering membaca kegalauan Tiwi yg bertransisi dr abg ke dewasa muda 😀 kelihatannya perjalanan/ traveling bukan skedar perjalanan fisik hura hura, yg selain bisa dinikmati krn bertemu org2 baru, tp juga telah sedikit demi sedikit menjawab pertanyaan yg belum sempat dipertanyakan, hais. Akun twitter tiwi apa ya? Hehehe rujuk ah

  2. hahahaa…. iya kah kak aku diremove? sedihnya T_T @pratiwiham kak

    taku udah follow kok kak akunnya kak sari 😀

    yes… traveling teach me a lot about life… and I'm craving to know more and more… 😀

  3. Perjalanan / twit mu menarik, saya follow karena salut .. Salut melihat wanita muda tapi berbakat, cerdas, lucu juga kadang .. Dan kebetulan kita sama2 apple fan
    Tapi saya juga sudah bisa dibilang fans mu, cuman malu aja buat mention minta di folbek hahaha

    Oiya, point nya saya komen disini, coba deh kalo nda keberatan, jalan2 ke blog teman saya http://www.premous.tk

    Kalian sama2 suka jalan2, tapi satu hal yang saya perhatikan .. Tiwi kayanya lebih mementingkan perjalanan ke negeri orang.
    Beda halnya dengan teman saya, dia senang disebut perempuan indonesia, karena dia cinta Indonesia ..
    Dia suka traveling, suka diving, mendaki gunung .. Makanya dia jadi tomboy, tapi saya salut karena kecintaannya sama Indonesia. Bahkan dia sama sekali tidak berpikir untuk jalan2 keluar negeri karena Indonesia masih lebih indah dibanding negeri orang, jadi kenapa nda jalan2 ke negeri sendiri? Dari situ juga saya belajar dan tambah yakin kalo saya juga cinta Indonesia 😀

    Maaf kalo komentarnya kepanjangan, ga ada maksud juga buat membandingkan ..

  4. haloo… salam kenal…

    yeaahh toss *apple fan girl*

    mention lah di twitter, biar bisa bercakap2 😀

    saya bukannya mau pembelaan nih, tapi sy juga cinta sekali loh sama Indonesia, khususnya sisi timur di mana saya berasal, makanya kecintaan ini lahirlah @pradhamagazine 😀 berharap suatu saat lewat pradha saya bisa mengunjungi setiap sudut di negeri ini… 😀

    soalnya buat sekarang sorry to say, tapi emang kenyataannya jalan2 ke luar negeri saya bisa dapat lebih murah ketimbang di negeri sendiri :(( sedih ya…

    tapi tahun ini udah ada beberapa perjalanan ke sudut2 Indonesia, seperti kemarin sempat coba paralayang di malang, tahun baru di karimun jawa dan menelusuri keantikan semarang, sayangnya sy belum sempat posting aja, hehehe

    juga udah ada rencana ke wakatobi dan derawan (ini tiketnya udah ada tpi pihak airasia tiba2 hapusin penerbangan ke sana T_T)

    dan justru krn sering ke negara orang, saya malah tambah sayang Indonesia loh, kenapa? krn emang bener Indonesia ga ada bandingannya… luar biasa keren… kita kan belum tau mana yg lebih baik kalau ga dibandingin, nah lewat trip2 ke negara orang lah saya membandingkan, meski kita belum semaju negara lain, tapi alam kita jauh lebih kece… beberapa buktinya kemarin sy menelusuri mekong delta, pas menelusi danau tempe, asiii jauh lebih keren danau tempe, hahaha

    rindu itu ada karena adanya jarak, dan dengan berjarak dari negeri ini, membuat rindu saya semakin membuncah untuk bertemu dan "pulang" 😀

    salam,
    Tiwi

  5. Anonim says: Reply

    Rindu berpetuaLang Lagi sama tiwi ^0^

    Mudah2an taun ini dah wisuda yach sprti harapan saat ke semarang 😀

  6. Anonim says: Reply

    by : NomiyaHikari ^_^

  7. Ruslan Harianto says: Reply

    amazing…! rasanya pingin lagi travelling, tapi ada tanggung jawab lain yang lebih besar yang harus dilakoni.
    saya termasuk orang yang suka mendorong orang (terutama yang masih muda-muda)untuk keluar dari kampung halaman(dulu istilahnya merantau, kini travelling)agar tidak seperti katak dalam tempurung
    saya nantikan postingan berikutnya, keep fight…

  8. @kak eni : amiin… yap… tahun ini memang sudah wajib harus sarjana, biar bisa jalan2 lebih banyak, hahaha *amin ya rabb*

    @kak ruslan : traveling lah kak… di sela2 waktu… i know how u miss it so much, hahaha aku aja yg ga jalan sebulan udah gatal kakinya…

    siyapp… mudah2an bisa lebih sering ngeposting 😀

  9. Jadi jatuh cinta dengan travelling ??? inget cari jodoh juga yaaa hihihi. Jgn keterusan melajang hahaha #kaburrrr

Leave a Reply