10 Hal Yang Saya (dan Kamu) Sebagai Perempuan Harus Lakukan Sebelum Berusia 30 Tahun

Sebelum saya menuliskan apa saja hal-hal tersebut, ada beberapa yang harus saya perjelas.

  • Tulisan ini tidak dibuat berdasarkan riset atau penelitian ilmiah, melainkan hanya berdasarkan pada pengalaman saya sendiri.
  • Saya belum berusia 30 tahun ketika tulisan ini dibuat, mendekati pun tidak, saya hanya perempuan Indonesia yang berusia 23 tahun, namun saya membuat tulisan ini berdasarkan pengalaman hidup saya selama 23 tahun *hazeeek*, dan kenapa memilih batas usia 30 tahun, karena kata orang-orang “Life begins at 30”.
  • Tidak ada unsur agama ataupun kepercayaan tertentu yang terkait dengan tulisan ini, sehingga jika kalian membaca tulisan ini, saya harap tidak sekalipun dikaitkan dengan agama atau kepercayaan tertentu.
  • Tulisan ini dibuat dari hasil refleksi saya dan saya tujukan untuk proyeksi diri saya sendiri ke depannya, jika memang ingin dipercaya dan ditiru, silakan saja.
  • Tulisan ini memang ditujukan secara spesifik untuk perempuan, karena saya menulisnya dari kacamata saya sebagai perempuan, namun tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan oleh kaum laki-laki juga.
  • Jika butuh konsultasi sehubungan hal-hal ini, saya dengan terbuka menerima di pratiwihamdhana[at]gmail[dot]com

Jadi, apa saja 10 Hal Yang Saya (dan Kamu) Sebagai Perempuan Harus Lakukan Sebelum Berusia 30 Tahun, berikut daftarnya (urutan dibuat tidak berdasarkan skala prioritas):

IMG_0476_1024
Top : With Little Monks in Mongolia | Bottom Left : Me in Urumqi, China | Bottom Right : Me in Fremantle, Australia

1. Mulailah melakukan perjalanan sedini mungkin dan sesering mungkin, termasuk melakukan perjalanan sendiri, dengan sahabat, dengan keluarga, dengan pacar/gebetan, dan dengan sekelompok orang (rombongan/ikut tour). Ke kota besar, ke desa terpencil, ke negara berkembang, ke negara minoritas. Traveling hemat ala backpacker, santai ala flashpacker, atau mewah ala luxury traveler. Dengan biaya orangtua, kerabat, diri sendiri, perusahaan, atau pihak lain. Jadi turis atau traveler, cobalah semua gaya perjalanan. Tidak ada satu orangpun yang berhak mengklaim dirinya jauh lebih baik dengan gaya perjalanan yang dilakoninya dibandingkan orang lainnya. Semua pejalan adalah sama, tinggal bagaimana kita menyikapi apa yang kita dapatkan selama perjalanan. Hanya lelah sematakah atau ada nilai-nilai yang bisa kita ambil dan menjadi manfaat bagi kita pribadi dan mungkin juga bagi orang lain.

IMG_8763_1024
Free Camping in Ranca Upas, West Java, Indonesia

Berjalanlah sejauh mungkin dan sesering mungkin. Jangan jadikan uang dan tenaga sebagai alasan. Saya sendiri jujur menyesal kenapa baru mulai melakukan perjalanan di awal menjadi mahasiswa, di 2009. Tapi itu masih jauh lebih baik ketimbang tidak melakukan perjalanan sama sekali. Sebagai perempuan, di Indonesia khususnya, pasti akan sedikit menantang untuk melakukan perjalanan, apalagi sendirian, tapi percayalah jika kamu punya niat yang baik dan keinginan yang kuat, pasti akan ada jalannya.

Berjalanlah kalian, keluarlah dari rumah, lihatlah dunia. Perjalanan mengajarkan saya banyak hal, meski tidak sedikit juga orang termasuk orang-orang terdekat yang mempertanyakan tujuan saya melakukan perjalanan. Ada yang menuduh buang-buang waktulah, buang-buang uanglah, dan segala macamnya. Tak salah memang, jelas akan keluar uang, jelas akan menghabiskan waktu, tapi semua itu sangatlah sebanding dengan pengalaman dan pelajaran hidup yang saya dapatkan.

thumb_DXXV5572_1024
Backpacking Alone in Jungfraujoch, Zwitzerland

Takut? Oh jelas, saya perempuan, ketakutan-ketakutan seperti diperkosa, diculik dan dijadikan mangsa perdagangan manusia atau penjualan organ tubuh, bahkan dibunuh, semua itu jelas pernah terlintas di pikiran saya. Namun, semakin sering saya berjalan, semakin saya dipertemukan dengan banyak orang baik di luar sana yang membuat saya pun semakin yakin, kalau dunia ini tidak buruk-buruk amat kok.

Sebelum kamu terikat oleh hal-hal yang kelak akan mengubah prioritas hidup kamu, yuk, cari tiket promo atau join tour, kemasi barangmu dan mulailah petualanganmu !

thumb_IMG_0940_1024
Me and Uti, My Best Travel Partner Ever

2. Cobalah hidup di tempat yang benar-benar baru, bersama orang-orang baru, setidaknya selama satu tahun. Apa yang bisa terjadi dalam jangka waktu satu tahun jika kamu masih tinggal di kota yang sama dan dengan lingkungan yang sama? Pasti tidak akan terhitung berapa kali kamu berjalan-jalan di mall yang sama, menonton film di bioskop yang sama, atau sekedar duduk-duduk santai sambil minum kopi/teh dengan teman-teman yang itu lagi itu lagi. Cobalah untuk merantau, ke tempat yang benar-benar baru, di mana tak ada satupun orang yang mengenal kamu, atau kalaupun ada hanya beberapa. Ke luar kota, ke luar provinsi, ke luar pulau, bahkan ke luar dari negara tempat kamu tinggal. Caranya? Jika kamu cukup niat dan giat mencari, ada banyak program di luar sana yang bisa kamu ikuti, beberapa di antaranya WHV ( Working and Holiday Visa ), menjadi Au Pair, ikut summer school / short courses, program exchange atau hal-hal sejenis yang memungkinkan kamu tinggal di negara lain dalam waktu 6-12 bulan dan gratis. Memang tidak semua lingkungan mengizinkan dengan mudah kaum perempuannya untuk merantau, maka dari itu pilihlah proses perantauan yang singkat, yakinkan lingkunganmu kalau kamu akan pulang, bukannya pergi untuk tidak kembali.

IMG_0604_1024
After Eid Mubarak Dinner Party in Perth, Western Australia

Melakukan perjalanan dan tinggal lama sebagai bagian dari penduduk lokal adalah dua hal yang berbeda. Jika perjalanan hanya akan menunjukkan kamu kulit luarnya saja, maka menjadi bagian dari sebuah budaya/penduduk lokal membuat kamu belajar lebih dalam. Membuat kemampuan kamu bertahan hidup lebih meningkat juga. Bagaimana tidak, kalau tak ada satupun tempat untuk kamu bergantung selain diri kamu sendiri, maka mau tidak mau kamu akan mendorong diri kamu untuk melakukan hal-hal yang dulunya mungkin terlihat sulit / mustahil untuk kamu lakukan sebagai perempuan pada umumnya, dan sebagai kamu pada khususnya. Misalnya saja ketika saya harus bertahan hidup di Australia, mau tidak mau saya harus mencari kerja agar tetap bisa bayar sewa rumah, makan, dan belanja-belanja cantik. Saya yang sejak dulu tidak pernah/jarang terlibat di dapur, akhirnya dapat pekerjaan sebagai kitchen-hand dan asisten chef, yang akhirnya justru menambah skill saya. Saya yang dulunya pemalas dan untuk membereskan kamar pun seakan tidak punya waktu, bahkan untuk melapisi kasur dengan seprei pun saya tidak pernah, siapa sangka di Australia pun saya akhirnya bekerja sebagai housekeeping dan setiap hari mengganti sheet/ seprei +/- 25-30 kamar setiap harinya + membersihkannya juga mengkosek-kosek toiletnya. Jijik? Ah tidak ada waktu untuk itu.

IMG_8044_1024
My Supervisor and I, We Are The Cute Housekeeper in Darwin Central Hotel, Australia

Untuk kasus lokal misalnya, saya yang pecandu sosial media, tiba-tiba harus hidup satu tahun di daerah yang sinyalnya bisa bikin gondok, atau syukur-syukur kalau ada sinyal untuk internet, sekedar untuk menelpon dan sms saja sudah bersyukur. Dari yang terbiasa hidup serba terfasilitasi di Australia, tiba-tiba melesat ke timur Indonesia yang listrik dan air bersih terbatas, ternyata saya masih bisa bertahan.

thumb_G0599364_1024
Mandi Safar, a tradition in every Muslim Village in Fakfak, Arguni, West Papua

Percayalah, ada banyak hal ketika kamu merantau yang sebelumnya tidak akan kamu sangka bisa kamu lakukan justru terbukti bisa dan membuat kamu sendiri takjub dengan diri kamu. Merantau mungkin akan membuatmu jauh dari orang-orang terkasih, keluarga-sahabat-pacar, tapi dengan merantau justru kamu akan menemukan keluarga baru, sahabat baru dan mungkin pacar baru, hihihi. Lagipula, seperti kata orang bijak, hanya dengan pergi ke tempat yang jauh dan asing, kita bisa tahu bagaimana rasanya rindu untuk pulang. Karena terkadang butuh jarak untuk membuat cinta lebih kuat dan tangguh, bukan?

Mulailah cari dan gali informasi, banyak pintu di luar sana yang akan membawamu melihat dunia lebih luas dan lebih bijaksana, mulailah mengetuk !

3. Pilihlah jurusan sesuai minat yang kamu sukai dan lakukanlah hal yang kamu sukai. Berapa banyak dari kita memilih jurusan sekolah/kuliah bukan berdasarkan pada apa yang kita sukai/minati? Saya salah satu di antaranya. Memilih untuk masuk jurusan IT / Informatika semata-mata hanya karena saya mendapatkan kesempatan untuk jurusan itu tanpa test / semacam jalur undangan. Apakah saya menyesal? Hhmm.. masuk di jurusan ini mempertemukan saya dengan banyak orang, termasuk 9 orang yang saat ini menjadi sahabat saya, jadi saya tidak menyesal dong. Namun, jika melihat dari sisi kemampuan akademis, saya sungguh merasa gagal sebagai anak IT. Saya bahkan sudah lupa bagaimana cara membuat program secara sederhana, atau jika ditanya bahasa pemograman apa yang saya kuasai, saya akan menjawab tidak ada.

Tapi, tenang saja, jika kamu sama seperti saya, percayalah kita tidak sendirian di dunia ini. Banyak kok mereka yang salah/kurang bijak/kurang informasi dalam memilih minat di bangku sekolah/kuliah, tapi cobalah mencari hikmahnya, pasti ada. Atau jika kamu cukup kuat, cobalah berdamai dan mulai pelajari bidang yang kamu ambil, karena tidak sedikit juga yang terjerumus justru malah mencintai keterjerumusannya dan menjadi ahli di dalamnya.

Untuk adik-adik yang masih galau mau memilih apa dan mumpung masih sempat, cobalah kenali diri kamu lebih baik. Cari tahu hal-hal yang menurut kamu sangat kamu sukai dan kamu hebat ketika melakukannya. Jika kamu gemar memasak, cobalah ambil sekolah tata boga ketimbang masuk teknik sipil hanya karena orangtua / kakak kamu alumnus teknik sipili. Alih-alih memilih ekonomi hanya karena kamu anak IPS atau pandai menghitung, tapi pilihlah sastra karena kamu jatuh cinta pada kata dan semua orang memuji tulisan kamu.

IMG_5641_1024
Do What You Love, Love What You Do

Akan ada banyak orang di luar sana yang mencoba mengarahkan ke mana hidup kamu harus kamu jalani, tapi percayalah satu-satunya yang paling tahu adalah diri kamu sendiri karena kamulah yang akan menjalaninya. Jika terkendala dengan persetujuan orangtua, cobalah jelaskan dengan baik dan tanpa emosi, kalau perlu paparkan keahlian kamu dan rencana-rencana masa depan yang menurut kamu akan kamu lakukan dengan keahlian kamu serta berikan beberapa contoh orang hebat dan sukses di bidang yang akan kamu geluti. Orangtua adalah pihak yang akan selalu mendukungmu, apapun pilihan kamu dan apapun yang akan terjadi, percayalah.

Sebagai perempuan yang kemungkinan besar akan berakhir di dapur, cobalah untuk membekali dirimu dengan kemampuan yang memang kamu gemari, sehingga jika kelak kamu menjadi full-time super mom, kemampuan-kemampuan hebatmu sebagai sarjana ekonomi dalam menganalisis keuangan bisa kamu aplikasikan dalam mengatur pembelajaan rumah tangga, atau kemampuanmu sebagai lulusan sekolah seni di bidang fotografi bisa kamu manfaatkan untuk memotret anak-anak kamu yang lucu atau membuat studio mini di rumah, atau siapa sangka kemampuan memasakmu setelah lulus dari sekolah tata boga bisa jadi sumber penghasilan tambahan karena kamu bisa membuat usaha catering dari rumah.

IMG_2362_1024
As an engineer, I could be a pretty model tho :p

Saat ini dunia memang sudah tidak lagi fokus pada memandang ijazah semata, namun juga melihat skill. Tapi, jika skill dan ijazah kamu relevan dan kamu mencintai bidang yang kamu pilih, bukankah itu lebih baik?

4. Bersekolahlah setinggi mungkin. Jika saya ditanya apa alasan saya ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, maka jawaban saya sederhana, karena saya ingin membuat anak-anak saya kelak bangga, bangga dengan mamanya yang lulusan S2 bahkan S3. Sekolah adalah jalan pintas untuk masa depan yang lebih baik, saya percaya itu. Bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi akan meningkatkan kemampuan berpikir dan analisis kamu. Jika ada yang berkata “ah, ngapain sekolah tinggi-tinggi, Bill Gates ama Steve Jobs aja ga lulus kuliah bisa jadi sehebat sekarang”, kamu hanya boleh percaya dengan kata-kata itu kalau kamu punya kemampuan setara atau melibihi Steve Jobs atau Bill Gates atau siapapun tokoh hebat yang tidak menyelesaikan sekolahnya. Tapi, kalau kamu bahkan tidak bisa menjawab soal algoritma sederhana, maka sekolahlah, setinggi mungkin. Jangan sampai di masa depan, anak-anak kamu meminta bantuan kamu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah mereka dan kamu bahkan tidak mengerti satu katapun yang tertuang dalam soal, sekolahlah, belajarlah.

 

5r hor 4
After 4.5 years, finally, hufh!

Jika kamu lulusan sarjana dan baru saja keluar dari oven perkuliahan dan belum ingin memasuki dunia kerja, maka jangan membuang waktu, sekolahlah, carilah beasiswa yang jumlahnya ratusan-ribuan di luar sana. Jika kamu sudah bekerja, carilah kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, sekolahlah. Jika kamu mama muda yang belum memiliki anak dan belum punya program untuk memiliki anak dalam waktu dekat, sekolahlah, carilah kuliah malam/Sabtu-Minggu atau carilah kursus yang akan menambah kemampuan kamu. Jika kamu anak muda yang di tengah jalan memutuskan berhenti sekolah dan saat ini masih terkatung-katung tanpa pekerjaan yang jelas atau rencana masa depan yang matang, kembalilah ke bangku sekolah dan selesaikan apa yang kamu mulai.

5. Bergabunglah di komunitas-komunitas / gerakan kerelawanan positif. Ada banyak hal dalm hidup yang memang tidak bisa dinilai dengan uang, termasuk perasaan bahagia ketika berhasil melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Saya percaya, sekarang bukan lagi saatnya untuk menunggu dan menuntut pemerintah berbuat, melainkan sudah saatnya kita juga turun tangan. Terlebih di era di mana penyebaran dan akses informasi semakin cepat dan mudah. Carilah komunitas yang menurut kamu sesuai dan kamu akan asyik menjalaninya. Cobalah bekerja tanpa tendensi/ekspektasi apa-apa selain niat menolong orang lain.

IMG_1822_1024
Makassar International Writer Festival 2014’s Vols

Bantulah para korban banjir/kebarakan di kotamu bersama anak-anak muda lainnya, galang dana lewat sosial media, hadir di samping mereka untuk sekedar mendengar keluh dan dukanya. Muncullah di tengah-tengah anak-anak yang haus akan ilmu namun guru-gurunya tak kunjung datang, berbagilah pengetahuan yang kamu tahu atau sekedar bercerita tentang tempat-tempat yang telah kamu kunjungi, dengarkan celoteh mereka dan semangati mereka untuk tetap percaya pada mimpi-mimpinya.

Kalau kamu bukan Bill Gates yang punya banyak kekayaan untuk disumbangkan, maka mulailah untuk menyumbangkan waktu dan tenagamu. Menjadi bagian dari komunitas/gerakan kerelawanan positif adalah salah satu cara tercepat dan termudah untuk berbuat kebaikan tanpa modal selain iuran kehadiran.

thumb_IMG_3194_1024
Pemuda-Pemudi Idaman Calon Mertua :p

Untuk melakukan hal ini memang bisa kapan saja dan tanpa batas usia, namun sama seperti prinsip menabung atau investasi, mereka yang memulainya lebih awal adalah mereka yang memperoleh hasil lebih banyak. Carilah komunitas positif di kotamu dan jadilah salah satu bagian dari mereka.

6. Belajarlah memasak, setidaknya bisa membuat telur dadar dan nasi goreng. Di era yang serba mudah ini, cukup dengan aplikasi atau telepon, maka makanan akan hadir dalam beberapa menit di depan pintu, atau jika cukup dana, maka bisa ikut program catering, sehingga tidak perlu membuang tenaga atau waktu untuk memasak.

IMG_0715_1024

Ini bukan perkara karena kaum perempuan akan berakhir di dapur, maka dia harus pandai memasak, bukan. Memasak adalah kemampuan yang setiap individu harus miliki, setidaknya memasak indomie dan membuat telur dadar/ceplok, syukur-syukur bisa bikin nasi goreng. Kita tidak pernah tahu ke mana takdir membawa kita. Bisa jadi hari ini kita bisa bebas makan di luar atau order makanan, namun siapa sangka tahun depan kita harus berhemat dan salah satu caranya adalah dengan memasak. Bisa jadi hari ini kita masih punya mama yang selalu hebat dengan segala masakan sederhana buatannya, tapi siapa yang mengira kelak kita akan mempunyai keluarga kita sendiri dan tidak mungkin kita memberikan anak-anak kita makanan dari luar setiap saat yang kita sendiri tidak lihat proses pembuatannya. Bisa jadi hari ini kita bisa ke warung samping kosan kapan saja untuk makan dan ngutang, namun dua tahun ke depan kita akan hidup di negara orang – melanjutkan studi atau bekerja – dan mau tidak mau kita harus masak karena lidah kita tidak terbiasa dengan makanan mereka. Memasak adalah kemampuan yang wajib dimiliki siapa saja untuk bertahan hidup.

Saya pun dulu hanya bisa memasak indomie, telur dan nasi goreng. Siapa sangka, sekarang saya bahkan bisa mengolah ikan, membuat capcay, bahkan membuat roti canai dan oreo cheese cake, dan perlu ditambahkan semuanya dapat dilakukan di dapur sederhana yang kompornya masih kompor minyak, bukan dapur fancy ala acara-acara masak di televisi. Percayalah, memasak itu cukup menyenangkan dan bisa sebagai sarana penyaluran stress.

Saya tidak keberatan jika ada perempuan yang mengatakan kalau laki-laki tidak menikahi perempuan hanya karena dia bisa masak, sekarang kan gampang, ada asisten rumah tangga, bisa order makanan, dll, jadi kemampuan memasak perempuan bukanlah hal mutlak yang masuk dalam pertimbangan untuk dijadikan calon istri. Tapi, apakah kamu yakin kamu akan mendapatkan suami yang cukup mampu untuk menyewa asisten rumah tangga, atau bisa membawa kamu makan di luar atau order makanan setiap harinya. Jika tidak, maka mulailah belajar memasak, setidaknya kamu bisa masak indomie + telur dan nasi (pakai ricecooker).

7. Jatuh hatilah, jatuh cintalah, dan beranikan diri untuk mengutarakan perasaanmu. APPPAAA???? NEMBAK COWOK???? GILA AJA… DI MANA HARGA DIRI SAYA SEBAGAI PEREMPUAN??? DI MANA??? DI MANA???

Ya kali, yang bilang untuk nembak cowok siapa, saya hanya bilang, beranikan diri untuk mengutarakan perasaanmu.

IMG_6821_1024
A Juliette in Munich, Italy

Kamu pernah menyukai seseorang tapi tidak cukup berani untuk bilang mengenai perasaan kamu kepada dia sampai akhirnya kamu melihat dia jalan bersama orang lain lalu mulai ndumel dalam hati “yaelah.. cakepan gue ke mana-mana juga kali dibandingin pacar baru dia”. Kalau kamu memang sepercaya diri itu dengan diri kamu, lantas kenapa tidak kamu beranikan diri saja mengatakan kepada dia tentang perasaan kamu?

Mari kita coba analisis…

Kamu bertemu seseorang -> Kamu menyukai dia -> Kamu mulai memberikan perhatian lebih (diam-diam/terbuka) -> Kamu (mungkin) jatuh hati/jatuh cinta pada dia -> Eh, tau-tau kamu lihat dia jalan sama orang lain.

Di mana letak kesalahannya? Yap, di antara kemungkinan kamu jatuh cinta/jatuh hati pada seseorang dan kamu melihat dia jalan sama orang lain, kamu lupa untuk melakukan sebuah proses, memberitahu dia tentang apa yang kamu rasakan terhadapnya.

Takut? Tidak percaya diri? Merasa tidak punya harga diri? Ayolah, kamu bukannya sedang menjual diri, kamu hanya mencoba jujur, pada diri kamu sendiri dan pada orang yang mungkin telah membuat kamu jatuh hati/jatuh cinta. Apa sih kemungkinan paling buruk yang bisa terjadi selain dia akan bilang kalau dia tidak memiliki perasaan yang sama atau dia sudah punya pacar atau dia juga merasakan yang sama tapi dia sedang tidak ingin menjalin hubungan atau kalian sama-sama suka tapi ada beberapa prinsip hidup yang sulit untuk disatukan, seperti agama misalnya, atau paling buruk di antara semuanya adalah dia tidak doyan dengan mahluk berbeda gender. Hanya itu kan opsi terburuk yang bisa terjadi? Dunia tetap berputar, admin-admin onlineshop akan tetap memanggil kamu ‘sis’, tidak ada hal luar biasa yang akan langsung menghancurkan kehidupanmu dan menjadikan kamu butiran debu. Okelah, kamu akan patah hati, kehilangan semangat hidup, tapi percayalah, setiap luka akan sembuh pada waktunya, kalaupun sampai meninggalkan bekas, tenang saja saat ini banyak teknologi lasik yang canggih yang bisa menghilangkan bekas luka, atau cukup pakai krim murahan tak bermerk pun bisa. Intinya adalah, dunia tidak semerta-merta kiamat atau dilanda wabah zombie hanya karena kamu jujur mengenai perasaan kamu sendiri.

 

 

IMG_3825_1024
Yuni & Guysan, My 1st wedding client in Perth, Australia

Sekarang coba kita berpikir lebih positif, bagaimana kalau ternyata ketika kamu mengutarakan perasaan kamu, dia memberikan respon positif? Bagaimana kalau dia juga sudah cukup lama naksir kamu tapi masih belum cukup berani untuk bilang? Oh ayolah, tidak semua laki-laki juga cukup jantan untuk langsung mengutarakan isi hatinya, mungkin ada beberapa pertimbangan atau sedang menunggu waktu yang tepat.

Kamu bisa memilih hidup sebagai pengagum rahasi bertahun-tahun atau dengan percaya diri dan bilang mengenai perasaan kamu. Percayalah, satu-satunya pihak yang sangat jelas diuntungkan dalam hal ini adalah diri kamu sendiri. Terlepas direspon dengan baik atau tidak, kemampuan kamu untuk jujur mengenai perasaan kamu sendiri akan membawa kamu ke level selanjutnya tanpa penyesalan. Tapi, perlu diingat, satu-satunya motif atau alasan kamu untuk mengatakan isi hati kamu adalah untuk kebaikan kamu sendiri, agar kamu tak selamanya hidup dalam ketidakpastian, agar kamu bisa move on, agar kamu bisa menerima diri kamu lebih baik, bukan untuk mendapatkan respon / berharap jadi pacar dia, respon positif / akhirnya menjadi pacar adalah bonus.

Berdasarkan pengalaman saya selama 23 tahun 9 bulan menjalani kehidupan, proses jatuh hati adalah proses yang menguras pikiran dan emosi. Dari sekian waktu selama hidup, saya pernah beberapa kali kagum/simpati pada beberapa orang, namun hanya ada 2 orang yang mampu menarik perhatian saya lebih banyak. Pertama ketika saya SMP yang menjadikan saya pengagum rahasia selama 7 tahun lamanya. Sampai akhirnya saya putuskan untuk move on karena jelas sungguh tidak sehat menjalani kehidupan namun masih memikirkan sosok yang hadir di masa lalu dan sibuk merangkai skenario di dalam kepala. Saya putuskan untuk jujur, dan bilang pada dia. Tahu apa responnya? Melalui email yang saya kirim di warnet (karena pada tahun 2009, warnet lagi ngehits banget dan wifi belum sebanyak sekarang, pasar handphone pun hanya dikuasai oleh Nokia) dan dibalas beberapa hari setelahnya dengan jawaban singkat yang intinya “Kenapa baru bilang sekarang?”. Hahahaha…. Kebayang dong segala skenario yang langsung terbentuk. Wah gila, bisa jadi kalau ngomong lebih awal akan gimana gimana dan segala gimana. Maka, ini jadi pelajaran bagi saya, jika kamu menyukai seseorang, katakanlah, katakanlah dengan segera, jangan menunggu bertahun-tahun. Lalu, saya bertemu dengan sosok kedua yang membuat saya kagum dan menarik perhatian. Saya tidak lagi menunggu 7 tahun untuk mengutarakan isi hati, hanya sebulan lebih setelah saya bertemu dia. Responnya? Cukup positif namun tetap membuat hati pecah berkeping-keping, tapi tenang saja, segala pecahan selalu bisa disatukan kembali meski pakai lem atau lakban. Bahkan, kami tetap menjadi teman dan komunikasi hingga saat ini.

thumb_XFXJ8280_1024
Confess your love/feeling won’t kill you – Me in Rottnest Island, Western Australia

Jadi, tunggu apalagi, kamu sedang jatuh hati/jatuh cinta pada seseorang? Beranikan dirilah untuk mengutarakan isi hati kamu, percayalah tidak ada orang yang tidak tersipu atau bangga ketika tahu dia punya seseorang yang menyukai/menggemarinya.

8. Carilah sumber penghasilanmu sendiri. Bekerjalah, apa saja yang penting halal dan kamu bisa. Jika kamu pelajar/mahasiswa, carilah pekerjaan paruh waktu atau mulai usaha kecil-kecilan. Jika kamu sarjana, cobalah melamar kerja di mana saja. Jangan lihat berapa gaji yang ditawarkan, tapi mulailah untuk mengumpulkan pengalaman terlebih dahulu. Meskipun saat ini orangtua kamu masih sanggup untuk membiayai kamu, percayalah sensasi memegang uang hasil keringat sendiri jauh lebih menyenangkan ketimbang memegang uang dari orangtua. Bersyukurlah kalian para perempuan saat ini hidup di era yang tidak lagi mengurung perempuan di rumah saja, kalian bebas mencari kerja di luar sana. Jadi, mulailah untuk mencari peluang di mana saja, karena di masa muda seperti ini tak akan banyak kerugian jika kalian harus menjadi kutu loncat dari satu perusahaan ke perusahaan lain, atau harus gagal dari satu bisnis ke bisnis lain. Habiskan jatah gagal kalian, mumpung masih muda.

IMG_0062_1024
Me, working as a waitstaff and cashier in Makan2 Cafe, Perth, Western Australia

9. Mulailah berinvestasi dari sekarang. Ada banyak program investasi yang saat ini ditawarkan, mulailah dari yang sederhana dan sesuai kemampuan kalian. Menabung misalnya. Atau jika cukup berani mengambil resiko bisa memulai dengan produk investasi yang lebih high return ketimbang menabung, seperti reksadana atau pasar saham. Saat ini modal 100.000 pun bisa loh investasi di saham (akan saya buat postingan khusus mengenai ini). Jika, punya penghasilan lebih bisa juga mulai berinvestasi di logam mulia atau tanah atau sektor properti.

IMG_8076_1024
INVEST NOW !!!

Jadilah anak muda yang cerdas dan keren. Jika 20-30 tahun lagi kamu masih mau menikmati gaya hidup seperti sekarang, yang bisa membeli minuman seharga 50.000 di kedai kopi terkenal, atau nonton bioskop, atau punya gadget terbaru, maka mulailah berinvestasi dari sekarang.

10. Mandirilah secara finansial. Apa yang lebih keren dari perempuan muda, dinamis, dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, membeli peralatan make-upnya sendiri, membayar makananannya di fine dining resto sendiri, atau bahkan punya kendaraan pribadi/property yang dicicilnya sendiri. Toh, kalaupun akhirnya kamu akan dipertemukan dengan pasangan yang cukup mampu untuk membiayai kamu dan memenuhi gaya hidup kamu, percayalah akan ada satu waktu di mana kamu ingin membeli sesuatu dan memakai uang kamu sendiri untuk membelinya. Hal ini berdasrkan pengamatan beberapa teman yang sekarang menjadi mama-mama muda, yang suaminya masih cukup mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, namun selalu ada saja hal yang ingin dia beli dengan uangnya sendiri, entah karena takut ketahuan suami atau memang demi kepuasaan sendiri.

IMG_2271_1024
Cukup mandiri untuk berdiri sendiri di tengah hujan :p

Tidak ada yang sia-sia dari menjadi mandiri secara finansial, karena kamu punya hak dan merdeka untuk menggunakan uang kamu sendiri untuk apapun hal yang mau kamu lakukan, baik itu untuk diri kamu sendiri atau untuk orang lain.

Nah, hal-hal di atas ada yang sudah dan sementara saya lakukan dan ada juga yang masih dalam tahap menuju untuk dilakukan.

 

Kalau kamu punya tambahan hal-hal apa saja yang menurut kamu harusnya dilakukan seseorang sebelum dia berusia 30 tahun, baik itu untuk perempuan maupun laki-laki, silakan aja loh ditambahkan di kolom komentar, mungkin bisa jadi inspirasi atau masukan bagi siapa saja, termasuk saya.

thumb_IMG_9350_1024
Old Lady in Patipi Pasir Village, West Papua

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”

Mark Twain

 

PS : Hal-hal tersebut bukanlah panduan hidup, apalagi cara-cara agar hidup menjadi lebih bermakna atau lebih baik. Sebab, yang tahu cara agar hidupnya lebih baik, lebih bahagia, lebih bermakna, adalah si pemilik hidup itu sendiri karena dialah yang menjalaninya.

 

Cheers,

Tiwi

 

 

ps : lady in my featured image is Citra Hasan Nasution, my room mate, my editor, my colleague  and my unbiological sister. I think she will scream as hell when she see her pict with that kind of article’s title (she know what I mean :p)

 

21 Comment

  1. nurul says: Reply

    gilaaaaakk! Keren sekali kaaaak. *tereak-tereak pakek toa. Yaa ampun. Ahh speechles pokoknya

    1. Hahahhaa, makasih, Nunu *tereak pake kertas digulung2 ala terompet*

      :*

  2. setujuuu..
    manfaatin waktu sebaik mungkin sblm si 30 dtang 🙂

    1. Atau sebelum jodoh datang #eh

  3. Nadia says: Reply

    Tulisan nya menginspirasi saya.. Terima kasih tiwi tulisan blog nya.. Kamu adalah wanita muda yang saya kagumi.. Setelah membaca blog tiwi saya merasa bahwa ibu mida seperti saya yang memilih salah jurusan lulus kuliah tidak menguasai apa2 dan malah terjun di dunia kesehatan yang membuat saya semakin menikmatinya meskipun penghasilan masih dibawah umr tapi saya bahagia. Dan 1 lg saya betul2 harus belajar memasak karena pria sangat menyukai wanitanya memasak dan memakan masakannya meskipun masakan kita tidak enak. Percayalah saya merasakannya.!!

    1. Wah noted, kak nadia

      MASAK !!! Hahahhaa

      Dear my future husband, saya akan belajar masak lebih baik lagi, hahaha

      Sukses ya, Kak Nadia
      InshaaAllah kalau tekun dan mencintai apa yg dilakukan, pasti akan diperlebar pintu rejekinya, amin 😉

  4. Bonita Indah N says: Reply

    Satu hal yang mungkin sampe sekarang muter muter di otak saya sebelum 30 datang. Mau nyicilin rumah/haji/umroh buat ortu dimana saya sama sodara sodara bisa patungan. mungkin buat temen temen di luar sana yang ortunya sudah lanjut usia macam saya. Hahaha. Sebenernya takut ketinggian ngomongnya, takut keserempet pesawat. Hahaha

    1. Ga papa kok ngomongnya ketinggian, kak
      Kan katanya langit adalah batasnya, langit aja berlapis2, jadi ngomong tinggi2 juga ga papa, pesawat ga akan nyerempet, blm macet di langit soalnya, hehehe

      InshaaAllah bisa, kalau niatnya baik, pasti ada jalannya.
      Aku juga pengen banget ngeumrohin ibu bapak aku 🙂
      Smoga bs segera diijabah ya doa2 kita, amin

      1. Bonita Indah N says: Reply

        Amiin amiin amiin. Biar cucok cyin.

  5. Setuju. Jika memang ada yang belum melakukan 10 hal diatas tapi umur sudah lewat 30, maka lakukanlah sebelum meninggal (saya menulis ini dengan sangat serius wi’ :)) )

    Berjalan, bertemu dengan banyak orang, belajar, berbagi, “membaca” kemudian bersyukur.

    Bangga saya punya teman kaya’ tiwi, sukses wi’. Terus menulis, terus memotivasi org-org ya. 😉

    1. Ya ampun, kak silva… Terharu deh :”) *peluuuk*

      Masa iya aku memotivasi orang2, hahahaa

      Seperti kata org bijak, lebih baik telat daripada tidak sama sekali yak 🙂

  6. Sepertinya hal ini juga berlaku untuk para laki laki. Inspiratif bangat. Hidup itu memang harus penuh warna dan makna. Betul kan citra hasan nasution…

    1. Eh kenal kak citra juga?

  7. Nikah Nikah Nikah … bukan cuman nembak co doang tapi NIKAH MANA ????

    1. Hahahhaa nikah hak asasi tiap perempuan, dan ga harus dilakuin sebelum usia 30 kok :p

      Kamu sendiri, mau nikah sblm usia 30, kak cumleb?

  8. Debby says: Reply

    Hi Pratiwi, we have the same point of view. 😀
    Nice posting..

    1. Hi, kak debb

      Thanks yak 🙂

  9. Tiwiiii, I’m sooo happy and proud to see how much you’ve gone from time to time 🙂 pray for me to be able to catch up soon yak hehehehe. You’re the best! Stay gold!
    Cheers,
    Vania

    1. Vaniaaaa…

      Thank you so much, i know u can do it as well, even better 😉
      Everyone is the best in their own way :*

      Goodluck di aussie yaaak, tetap semangaaaat

  10. lies says: Reply

    Keren….

    1. Makasih 🙂

Leave a Reply