Scholarship Hunting : Chevening (Preparation : 7 important tools to win the war !)

Beberapa waktu terakhir banyak yang mengirimkan email ataupun menanyakan via sosial media mengenai beasiswa Chevening. Sesuai janji saya pada diri sendiri, saya akan mencoba membantu siapapun yang ingin mencari dan meraih beasiswa apapun, maka di postingan ini akan saya coba tuliskan apa saja persiapan yang dibutuhkan untuk mendaftar beasiswa Chevening, yang mana biasanya tidak jauh beda dengan beasiswa-beasiswa lainnya.

Meski sebenarnya sudah banyak yang memuat tulisan yang serupa, bahkan untuk persiapan teknis pun bisa dilihat langsung di laman resmi Chevening (www.chevening.org), di sini saya mencoba menulis dari pengalaman saya sendiri.

Berikut hal-hal yang harus kalian siapkan untuk memulai perjuangan memperolah beasiswa Chevening :

1. Tekad yang kuat

Yakinkan dirimu bahwa melanjutkan sekolah lewat jalur beasiswa Chevening adalah hal yang paling kamu inginkan. Bulatkan tekadmu, sebab tekad yang dimulai setengah-setengah, tentu hasilnya pun tidak akan maksimal. Pastikan kamu memang menginginkan hal ini dan akan melakukan “segala cara” untuk mendaptkannya. Sebab, begitu kamu memasuki medan perang ini, pilihannya hanya 2 : maju sampai perang selesai atau mati konyol di tengah peperangan alias menyerah. Kamu ngga mau kan mati konyol di tengah peperangan?

 

2. Komitmen yang diiringi konsistensi

Tekad yang kuat tidaklah cukup untuk memenangkan perang. Dibutuhkan komitmen yang diiringi dengan konsistensi. Tekad yang kuat hanya akan membawamu ke medan perang, tapi komitmen untuk tetap berperang hingga akhir membutuhkan konsistensi untuk terus maju dan “melawan”. Itu yang paling penting, komitmen dan konsistensi. Percayalah, ini bukan medan perang yang sepi dan lancar. Akan ada momen-momen kamu akan dilanda kelelahan luar biasa, bisikan-bisikan halus untuk mundur akan menghampiri bahkan hingga mempertanyakan ulang apakah pilihanmu untuk memasuki medan perang ini sudah benar atau tidak. Semua itu hanya bisa kamu lawan jika kamu punya komitmen yang kuat. Urusan akan menang / kalah biarkan Semesta yang menentukan. Lebih baik mati tapi sudah mencoba daripada hidup dalam penyesalan karena tak berani memulai, kan?

 

3. Dana / Modal investasi

Tidak ada beasiswa yang benar-benar GRATIS, TIDAK ADA! Hal ini sering saya sampaikan berulang-ulang. Percayalah, tidak ada beasiswa yang benar-benar gratis. Semua membutuhkan modal, mengapa saya lebih sering menyebutkan investasi, bukan pengeluaraan. Selain modal usaha dan komitmen, modal materi pun dibutuhkan. Seperti biaya tes IELTS, salah satu syarat Chevening. Ada yang hanya sekali langsung mendapatkan nilai yang memenuhi syarat, namun tidak sedikit juga yang harus tes berkali-kali. Sekali tes IELTS dibutuhkan biaya investasi 2.700.000 rupiah. Ada teman yang bahkan harus tes hingga tiga kali. Disitulah komitmen kembali diuji. Selain itu, ada juga investasi yang harus dikeluarkan untuk modal ke lokasi wawancara. Seperti pada kasus saya yang harus terbang dari Papua Barat ke Jakarta, yang mana biayanya lebih mahal/setara dengan penerbangan Jakarta – London jika sedang promo. Belum lagi biaya-biaya lain seperti pengiriman dokumen ke beberapa kampus yang mensyaratkan ini. Tapi, seperti investasi-investasi pada umumnya, inshaaAllah akan ada hasil yang bisa dituai di kemudian hari.

Jadi, mulailah menabung atau menyisihkan dana sebelum berperang.

 

4. Teman-teman yang siap membantu dan rela berkorban

You can’t win the war alone! Selalu ada sosok-sosok baik hati yang membantumu, baik itu di luar medan perang atau di dalam medan perang. Mulai dari teman yang baik hati me-review esai-esaimu, memperbaiki penulisan dan grammarnya, teman yang sedia setiap saat untuk membantu pengurusan dokumen-dokumen di kampus (kalau kamu berhalangan atau tidak lagi tinggal di kota asal kampusmu), teman-teman yang bersedia membantumu komunikasi dengan kampus tujuan jika kamu terkendal teknis seperti kesusahan mendapat sinyal internet yang mumpuni, teman-teman yang bisa memberimu saran terkait jurusan atau kampus pilihanmu, atau bahkan sekedar teman yang rela mencetak dokumen-dokumenmu karena kamu tidak punya printer kala itu.

Jadi, mulailah memetakan siapa saja teman-teman yang siap membantumu memenangkan peperangan ini.

 

5. Dokumen-dokumen yang memenuhi syarat

Ini lebih ke persiapan teknis. Detailnya dapat dilihat di website chevening, namun secara garis besar adalah :

  1. Mengisi formulir Chevening secara online (baru dapat diakses ketika pendaftaran dibuka). Pengisiannya dapat dicicil. Di dalam formulir tersebut berisikan data-data pribadi, pengalaman kerja (syarat Chevening adalah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun), serta pertanyaan-pertanyaan esai (leadership, networking, career plan), dll. Semuanya dijawab dalam bahasa inggris.
  2. Melampirkan dokumen-dokumen pendukung, seperti : paspor, ijazah + transkrip (translate ke dalam bahasa inggris), surat rekomendasi dari 2 orang (boleh dosen / pimpinan di tempat kerja / kolega), bukti sertifikat bahasa inggris (IELTS / TOEFL IBT), LoA dari kampus yang didaftari.

Jika kamu belum punya IELTS dan atau LoA, tidak perlu khawatir, kedua dokumen ini bukan syarat wajib ketika pertama kali mendaftar Chevening. Ketika nanti kamu dinyatakan terpilih, maka kamu akan diberi waktu kurang lebih 1 bulan untuk memenuhi 2 dokumen ini. Enak kan?

Untuk dokumen teknis ini, jika kalian membutuhkan contoh aplikasi yang pernah saya isi, bisa saya kirimkan via surel, silakan tinggalkan komen beserta alamat email kalian atau bisa kontak saya di alamat email saya 😀

 

6. Restu orang-orang terkasih

Ibarat mantra yang dirapal berulang-ulang oleh para dewa ketika perang berlangsung, restu dari mereka yang menyayangimu adalah mantra untuk memenangkan perang ini. Mintalah didoakan oleh orangtua, pasangan, sahabat dan teman-temanmu. Saya bahkan sering memposting proses saya dari awal hingga sekarang di beberapa sosial media demi mendapatkan lebih banyak doa, baik dari mereka yang dikenal/mengenal saya ataupun orang asing.

 

7. Sogokan yang terus menerus

Jika pada zaman dahulu, orang-orang menyajikan makanan/sesajen untuk penguasa alam/dewa-dewi demi mengharapkan sesuatu yang baik, maka tidak ada salahnya menambah sogokan pada Pencipta Semesta. Dia yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Dia yang memeluk setiap mimpi umatNya, maka rajin-rajinlah menyogok Dia.

 

PS : Oh iya, perhatikan tanggal peperanganmu, jangan sampai kamu memasuki medan perang ketika peperangan sudah selesai 😉 Alias perhatikan deadline pendaftarannya. Berikut linimasi Chevening 2017

timeline chevening 2017/2018

 

Baca juga cerita di balik proses sebelum saya memulai peperangan ini di sini :

Scholarship Hunting : Chevening – Behind The Story

Proses peperangannya bisa dibaca di sini :

Part 1

Part 2

Part 3

 

Goodluck 😉

22 Comment

  1. […] akan dihandle oleh mereka (lembaga pemberi beasiswa). Contohnya untuk Chevening (baca tipsnya di sini), mereka sejak awal mewanti-wanti para kandidat penerima beasiswa untuk tidak membuat kesepakatan […]

  2. elda says: Reply

    Hai Pratiwi, salam kenal. Terimakasih banyak sudah bercerita tentang pengalaman hebatmu. Saya ikut bahagia dan semangat membacanya. Oh ya, berdasarkan kata-kata ini “Untuk dokumen teknis ini, jika kalian membutuhkan contoh aplikasi yang pernah saya isi, bisa saya kirimkan via surel, silakan tinggalkan komen beserta alamat email kalian atau bisa kontak saya di alamat email saya “, boleh saya minta dokumen tersebut? Ini alamat email saya eldawediana@gmail.com

    Terimakasih banyakkk

  3. Rizal Pahlevi says: Reply

    Hai, Mbak.

    Bisa minta contoh aplikasinya? Aku mau coba Chevening tahun ini.

    Terima kasih banyak 🙂

    1. Rizal Pahlevi says: Reply

      Maaf lupa, emailku pahlevi91[at]gmail.com

  4. Yanri says: Reply

    Halo, Mbak Pratiwi Hamdhana!

    Salam kenal! Saya Yanri Equartha, saya berencana mendaftar beasiswa Chevening tahun ini. Kalau berkenan, boleh dibagikan ke saya contoh dokumen-dokumennya, Mbak? Ini surel saya: yanri_equartha@yahoo.com. Terima kasih.

    1. Hi, Yanri, goodluck buat beasiswa Cheveningnya

      Cek deh di postingan terakhir saya ada link untuk download file-file yang saya pakai 🙂

  5. Priscilia says: Reply

    Halo kak, selamat atas beasiswa Chevening yang sudah didapat. Saya tahun lalu gagal beasiswa tersebut. Dan tahun ini saya ingin mendaftar lagi, bolehkah saya melihat berkas dari kakak? Terima kasih sebelumnya email saya: prisciliapantimeyrina@gmail.com

    1. Hai, kalau kamu baca blog saya, sampai postingan terakhir, ada kok link untuk mengunduh dokumen yang saya pakai.

      Good luck ya

  6. Anggun Yuliana says: Reply

    Halo Mba Pratiwi,

    Terima kasih banyak telah berbagi pengalamannya. Saya izin mengunduh file via link yang Mba berikan ya. Sekali lagi saya berterima kasih banyak…

    1. Sama-sama, goodluck ya

  7. selvi says: Reply

    Mbak Pratiwi, saya membaca tulisan mbak menarik sekali. saya merencanakan tahun ini ikut beasiswa chavening dan lagi cari trik2 dari alumni2nya..linknya yang mbak posting itu masih bisa dibuka kan. bisa bantu email ke saya mbak (selvi@skkmigas.go.id)

    1. Hi Selvi,

      masih bisa dibuka kok, coba cek deh

  8. Icha santoso says: Reply

    Hai partiwi, selamat ya! Membaca tulisan kamu membuat semangat perang bertambah 😀
    Taun ini saya mau coba beasiswa chevening, sudah mepet sih:). Saya mau tny, disini kita harus memilih 3 jurusan kuliah di univ yg berbeda atau 1jurusan kuliah tp di 3univ yg berbeda?
    Ijin download file ya n boleh tny mail pratiwi kalo mau tny2 lebih detail. Tq

    1. boleh 3 jurusan beda di satu kampus, atau 3 jurusan beda di 3 kampus beda

      emailku pratiwihamdhana@gmail.com

  9. FIA says: Reply

    hi, mbak…makasih infonya sangat membantu sekali. Oh iya, apakah bisa jika memilih 1 jurusan untuk 3 kampus berbeda?

    1. Bisa saja Fia

  10. nurul says: Reply

    kak mau tanya,kalau file transkip ijazah dan ktp menggunakan bahasa indonesia, cara ngubah ke bahasa inggris gimana ya ka? soalnya kan file nya langsung di scan

    1. Hi Nurul,

      Filenya diterjemahkan dulu lewat penerjemah legal

      Good luck ya

  11. Izzul Qudsi says: Reply

    Halo mbak pratiwi,
    salam kenal saya izzul, salah satu applicant chevening scholarship 17/18,
    kalo boleh tau, saya mau tanya tentang forum/group sesama chevening applicantnya.
    syukur kalo ada forum sesama pelamar chevening dari indonesia, terutama untuk 17/18
    nuhun

    salam,
    izzul

    1. Halo Izzul,

      Maaf ya saya kurang tahu kalau forum itu, mungkin Izzul bisa cari di facebook

      Good luck

Leave a Reply